Jakarta (ANTARA News) - Pohon sukun banyak tumbuh di Pulau Pari, satu kelurahan di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Penduduk
setempat mengolah daun-daun sukun menjadi teh yang diyakini memiliki
manfaat kesehatan, antara lain memperbaiki fungsi ginjal.
Menurut Lurah Pulau Pari, Astawan, khasiat teh sukun sudah
diuji oleh peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Ahli
gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ahmad Sulaeman, juga
mengatakan bahwa teh daun sukun memang bisa membantu fungsi ginjal.
"Bahkan yang sudah divonis cuci darah pun bisa sembuh," kata Ahmad.
Menurut dia, rebusan daun sukun mengandung alkaloid tanin serta beberapa senyawa antioksidan, dan anti mikrobial.
"Ini bisa membantu kinerja. Bahkan yang sehat pun bisa mengonsumsinya," katanya.
Ahmad juga menjelaskan cara mengonsumsi minuman daun sukun, yakni dengan merebus daun sukun dalam sekitar satu liter air.
"Jangan terlalu kental," katanya serta menambahkan bahwa rasa teh daun sukun serupa teh biasa.
Daun sukun juga bisa dijadikan alternative untuk menyembuhkan ginjal yang sakit. Dengan Cara yang sangat mudah dan bisa diiringi dengan disiplin dalam mengkonsumsinya. Dengan rebusan air daun sukun secara rutin dan teratur dapat menyembuhkan ginjal yang sakit dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Daun Sukun juga dapat mengobati penyakit jantung. Karena daun sukun sangat beik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung. Cara mendapat manfaat daun sukun dengan memanfaatkan 1 lembar daun sukun yang sudah tua yang masih berada di pohon. Daun sukun yang sudah tua memiliki kadar kimia yang maksimal.
Selain untuk menjaga kesehatan ginjal dan Jantung. Daun sukun juga dapat menurunkan kolestrol.
Selain dapat melindungi Jantung. Daun sukun juga dapat mencegah inflamasi atau mencegah peradangan. Dan daun sukun juga dapat disebut juga sebagai antiinflamasi.






0 komentar:
Posting Komentar